Surat Pembaca

Sampah

sampah, hampir setiap orang memproduksinya. Tua, muda, dan anak-anak pun memproduksinya. Sampah adalah barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi. Sampah ada dua macam yaitu sampah organik dan anorganik. Keduanya memiliki dampak yang berbeda. Kehadirannya sangat mengganggu, baunya pun tak enak dihirup. Begitu banyak dampak negatif dari sampah, namun hal itu tidak membuat manusia sadar akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan terutama dari sampah. Masih banyak saya jumpai orang yang membuang sampah dengan sembarangan. Mereka seperti tidak merasa salah dan berdosa setelah membuang sampah sembarangan, bahkan mereka merasa tenang- tenang saja setelah membuang sampah disungai. Padahal itu sangat berbahaya kepada kehidupan mereka, karena mebuang sampah kesungai dapat mengakibatkan banjir dan bencana alam lainnya yang tentu berbahaya untuk keselamatan mereka.

Tempat pembuangan sampah setiap hari semakin banyak. Karena memang setiap orang setiap harinya memproduksi sampah dengan jumlah berbeda. Bayangkan jika setiap harinya sampah semakin menumpuk, kemungkinan besar laut, hutan, sungai kita penuh oleh sampah. Dan jika itu terjadi kedepannya kita akan memakan apa, meminum apa. Hampir sebagian besar sungai di Indonesia sudah tercemar oleh sampah, bayangkan jika makin hari makin banyak sungai yang tercemar. Sudah pasti kelak kita akan kesusahan untuk mendapatkan air bersih. Bagaimana nasib anak cucu kita kelak jika mulai sekarang kita sudah mengotori bumi kita dengan sampah. 

Sebenarnya ada cara untuk mengurangi sampah diantaranya memisahkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik bisa kita olah menjadi pupuk sedangkan sampah anorganik bisa kita daur ulang atau diolah menjadi kerajinan tangan yang unik. Namun, tidak banyak orang yang rajin untuk mengolahnya, dengan alasan jijik atau sibuk, tidak ada waktu luang. Selain itu pemerintah juga dapat membuat bank sampah setiap kelurahan agar nantinya sampah bisa diolah kembali. Dan cara lain untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Misalnya dengan menganjurkan masyarakatnya untuk membawa totebag atau tas kain ketika hendak membeli sesuatu. 

Dampak dari bau yang dihasilkan sampah sangat menggangu kesehatan dan kenyamanan masyarakat, saya harap dengan ini pemerintah menyediakan tempat khusus pembuangan sampah yang jauh dari pemukiman warga dan jauh dari jalanan. Karena pengalaman saya, setiap kali saya melewati jalan menuju sekolah saya, saya selalu terganggu dengan bau sampah yang ada di pinggir jalan, karena tempat itu sudah sangat dipenuhi dengan sampah apalagi ketika cuaca sedang hujan. Saya harap pemerinth memperhatikan lagi keadaan lingkungan yang semakin hari semakin tercemar dengan sampah, pemerintah dapat memfasilitasi agar masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan, serta saya harap pemerintah dapat memperketat aturan(Undang-undang)atau hukuman tentang sampah. Dan saya sarankan kepada orang tua agar dapat mendidik anaknya sejak dini untuk tidak membuang sampah sembarangan dan untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan. Tidak hanya memerintahkan anaknya, sudah tentu orang tua juga wajib memberi contoh baik kepada anaknya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Bersama kita bisa mengelola sampah, menjaga lingkungan, jika lingkungan bersih yang merasakan juga kita semua bukan hanya pemerintah saja. 

Hormat saya 
Reni Rahmawati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tajuk Rencana

Artikel Halaman Opini

Pengalaman Menggunakan Bahasa Indonesia