Artikel Halaman Opini
Nama : Reni Rahmawati
Kelas : 1B
NPM : 119050012
Mutu Pendidikan ditengah Pandemi
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik. Pendidikan ada yang formal dan nonformal. Pendidikan yang di terima anak tidak selalu dari sekolah atau guru. Pendidikan juga dapat diterima dengan proses menyimak dengan keadaan lingkungan sekitar. Pendidikan bisa berlangsung dirumah dengan orang tua dan keluarga. Namun akibat pandemi yang saat ini sedang mewabah di negeri kita membuat kita harus melakukan pembatasan sosial. Sehingga anak-anak pun sedikit kehilangan waktu belajarnya.
Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan. Kurikulum juga sangat erat kaitnnya dengan pendidikan. Kurikulum saat kondisi seperti ini menjadi kurikulum darurat. Kurikulum seperti ini tidak sama dengan kurikulum seperti biasanya ketika tidak ada pandemi melainkan kurikulum harus lebih memilih mana yang cocok dan mana yang tidak dengan kondisi seperti ini. kemudian hal lain yang mencangkup dengan keadaan pendidikan saat ini adalah soal kenaikan kelas, seharusnya dalam hal ini sistem daring tidak boleh dijadikan acuan, karena yang mengetahui keseharian atau aktivitas siswa adalah guru jadi seharusnya serahkan saja kepada guru naik atau tidaknya anak tersebut.
Permasalahan berikutnya masalah ekonomi. Hal ini dirasakan bagi sekolah swasta. Karena sekolah swasta tergantung dengan bayaran SPP untuk membayar guru. Saat pendemi seperti ini agar pendidikan tetap harus berjalan maka pemerintah menerapkan belajar dirumah atau belajar secara online. Hal ini tentu memerlukan peran orang tua untuk mengawasi anak-anaknya dalam proses belajar online melalui gadget. Menurut saya belajar online tidak cukup efektif karena tidak semua anak atau orang tua memiliki gadget, karena indonesia memang angka kemiskinannya masih cukup tinggi. Selain itu dampak lainnya yaitu sinyal yang lemot atau bahkan ada beberapa daerah yang tidak ada jaringan internet. bagi masyarakat terpencil, dan sebagian warga kurang mampu juga belum tentu mampu untuk membeli kuota. Hal ini membuat ada kesenjangan antara pusat dan daerah. Namun dalam keadaan seperti ini memang cara terbaik dan tepat adalah menerapkan sistem belajar online, karena kondisi yang memang saat ini sedang ada pandemi, hal ini guna menghindari ketertinggalan mutu pendidikan di Indonesia, karena sebelum masa pandemi pun mutu pendidikan kita sudah tertinggal.
Kurangnya fasilitas belajar online terutama jaringan internet membuat murid baik guru semakin bingung. Menurut saya pemerintah tidak terlalu menekan guru karena memang fasilitas yang kurang memadai. Begitupun guru untuk tidak terlalu menekan muridnya dengan memberi tugas yang memberatkan siswanya. Kondisi seperti ini memang membuat kita semua bingung. Semoga masa pandemi ini cepat berlalu dan keadaanya segera membaik seperti semula. Bersama kita bisa.
Komentar
Posting Komentar