Tajuk Rencana
Nama : Reni Rahmawati
Kelas : 1 B
NPM : 119050012
Berpacu dengan Waktu dan Jaringan Internet
Saat ini dunia sedang digencarkan oleh wabah penyakit yang diakibatkan oleh virus Corona. Begitu banyak himbauan pemerintah untuk melakukan aktivitas dirumah saja. Hampir semua aktivitas masyarakat dilakukan dirumah baik bekerja atau pun yang lainnya, tidak terkecuali dengan Hal ini juga berpengaruh terhadap masalah pendidikan di Indonesia. Karena wabah ini pemerintah mengeluarkan kebijakan yakni untuk melakukan belajar dirumah dengan sistem online atau lebih akrab dikenal dengan istilah darring. Belajar dengan sistem online tentu ada dampak positif dan dampak negatif.
Pemerintah perlu tahu bahwa tidak semua anak memiliki gawai atau gadget yang merupakan alat atau modal utama dalam proses belajar online. Kebanyakan mahasiswa yang tertinggal jauh pelajaran karena tidak memiliki gadget untuk mengikuti kelas online. Mereka sering mengeluh dan merasa rugi karena mereka harus tetap membayar biaya kuliah namun mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan yakni ilmu pengetahuan.selain itu sistem ujian online juga sangat membuat bingung mahasiswa yang tidak memiliki gadget, mereka merasa cemas dan takut akan tinggal kelas karena tidak bisa mengikuti ujian. Mereka juga sangat mengkhawatirkan nilai serta tugas tugas mereka yang sudah sangat tertinggal jauh. Mereka mengaku merasa bingung harus berbuat apa, mereka tidak mungkin meminta agar orang tuanya membelikan gadget dalam situasi seperti ini, karena dalam situasi ini bagi mereka bisa makan saja sudah sangat cukup dan mereka enggan membebani kedua orang tua mereka.
Selain itu juga keluh kesah yang dirasakan adalah bagi mereka yang memiliki ekonomi rendah yang susah untuk membeli paketan internet sebagai modal kedua untuk melakukan belajar online, “ Dalam kondisi seperti ini kami sering merasa kewalahan untuk membeli paketan internet. Dengan adanya darring sangat terasa efek boros paketan internet, karena biasanya kami mahasiswa mengerjakan tugas di campus dengan menggunakan fasilitas yang diberikan campus yakni jaringan internet gratis milik campus. Namun, saat ini kami harus membeli sendiri paketan internet demi mengikuti kelas online. Kami mahasiswa berusaha hemat dengan tidak menonton atau membuang-buang paket internet kami, namun apa daya ada beberap dosen yang menggunakan aplikasi kelas online dengan harga paketan yang cukup memberatkan bagi kami”. Ujar mahasiswa dengan wawancara online. Jika saja pihak campus sedikit meringankan beban mahasiswa dengan memberikan paketan internet sebagai ganti rugi atau imbal balik biaya kuliah yang mahasiswa berikan. Dan pihak campus memberinya dengan cara merata dan seadil-adilnya.
Jerit tangis yang selalu dirasakan juga bagi mereka yang tinggal didaerah terpencil yang tidak tersambung dengan jaringan internet jika ada juga sering terputus-putus. Ini sungguh membuat tidak tenang belum lagi harus berpacu dengan waktu pengumpulan tugas yang hanya diberikan sedikit. Terkadang mahasiswa terpaksa keluar desa demi mencari jaringan internet, hal ini memang cukup berbahaya ditengah pandemi yang sedang mewabah saat ini. kendala lain juga terkadang terjadi penutupan akses jalan umum karena anjuran pemerintah untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar. Di sini tugas dosen juga harus bisa memaklumi atas keterlambatan pengumpulan tugas serta proses mengisi absen, karena mungkin dosen juga pernah mangalami susah sinyal dan bagaimana tegangnya saat kejadian itu terjadi. Hal itu tentu membuat mahasiswa tegang dan merasa lemah tak berdaya. Mereka merasa cemas karena mereka tidak ingin ada kata izin atau bolos diabsen mereka. Namun, kenyataan pahit itu sering terjadi karena gangguan akses jaringan internet yang kurang memadai. Kendala lain yang sering mahasiswa rasakan saat kuliah online adalah tidak mengerti yang dipelajari dan dosen yang tidak cepat respon. Dan batas waktu pengumpulan yang sangat sempit membuat mahasiswa mengerjakan tugas dengan seadanya karena bagi mahasiswa adalah yang terpenting adalah mengumpulkan tugas. Benar atau salahnya tugas itu adalah urusan para tenaga pendidik, walaupun memang ujungnya adalah harus melakukan revisi beberapa kali dengan satu tugas. Hal ini membuat banyak membuang waktu. Terkadang dosen memerintah tugas dengan bahasa yang berbelit-belit sehingga tidak dimengerti oleh penanggung jawab mata kuliah serta mahasiswa lainnya.
Saya harap pemerintah dapat mengerti dan memahami apa yang dirasakan kami semua. Dan saya harap para tenaga pendidik atau dosen dapat memklumi dan tidak memberikan batas waktu pengumpulan yang sangat sempit. Karena bukan hanya satu tugas yang harus mahasiswa kerjakan melainkan hampir semua mata kuliah mempunyai tugas yang sama- sama batas waktu pengumpulan yang sangat sempit. Dan saya harap tenaga pendidik bisa memilih dan memilah apklikasi yang akan digunakan kelas online, karena tidak semua mahasiswa berasal dari keluarga tingkat ekonomi yang baik, serta pihak campus lebih memperhatikan keadaan serta perasaan semua mahasiswa. Bertindaklah seadil-adilnya. Saya tahu tenaga pendidik juga bukan hanya mengurus satu mahasiswa oleh karena itu, menurut saya kurangilah tugas yang membingungkan mahasiswa agar sama-sama untung baik mahasiswa maupun tenaga pendidik. Namun, semua harus memegang tanggung jawabnya masing-masing serta resiko yang akan ditanggung. Mahasiswa harus tetap semangat berpacu dengan waktu dengan tugas yang terkadang tidak dimengerti, serta para tenaga pendidik juga harus tetap sabar serta tanggung jawab dengan tugasnya sebagai tenaga pendidik. Menurut saya belajar online kurang efektif karena banyak kendala yang harus dihadapi. Saya harap juga bagi tenaga pendidik harus lebih sabar lagi dalam mengajar dengan sistem online. Kami harap kami bisa mendapatkan kembali hak kami, dan kami bisa mendapatkan ganti rugi atas sistem belajar online ini, karena jujur kami merasa ilmu yang kami dapatkan masih kurang dipahami. Saya harap pemerintah dapat membuat kebijakan seadil-adilnya. Semoga wabah ini juga cepat berlalu agar kita semua dapat menjalankan tugas kita masing-masing dengan tenang.
Komentar
Posting Komentar